Minggu, 21 Oktober 2012

Siklus Hidup Perancangan Basis Data


Siklus Hidup Perancangan Basis Data

Pendahuluan
Berbagai metodologi mungkin dapat digunakan ketika merancang basis data relasional. Metodologi yang digunakan selama perancangan basis data adalah yang dikemudikan sebagian besar dengan pengetahuan dan pengalaman pengembang, seperti halnya produk automated design (AD) yang tersedia.

Pentingnya Perancangan Basis Data
Perancangan basis data mengacu pada aktivitas yang memusatkan pada perancangan dari struktur basis data yang akan digunakan untuk menyimpan dan mengatur pengguna akhir data. Basis data yang baik--yaitu adalah, basis data yang memenuhi semua kebutuhan pengguna; strukturnya harus dirancang secara hati-hati. Sesungguhnya, perancangan basis data adalah aspek yang rumit dari pekerjaan dengan basis data. Perancangan basis data yang sesuai memerlukan perancang basis data untuk
mengidentifikasi dengan tepat penggunaan basis data yang diharapkan. Perancangan basis data transaksi menekankan data konsisten dan keakuratan serta kecepatan operasional. Perancangan basis data data warehouse mengenali penggunaan dari historis dan pengumpul data. Perancangan basis data untuk digunakan pada lingkungan terpusat, pengguna tunggal (single-user) yang memerlukan suatu pendekatan yang berbeda dari yang digunakannya di dalam perancangan terdistribusi, banyak pengguna (multiuser) basis data. Suatu basis data yang dirancang dengan baik akan memudahkan manajemen data dan menghasilkan informasi yang berharga dan akurat.

Proses Pengembangan Sistem
Sekarang Anda telah memahami dengan baik perancangan basis data baik harapan dan tujuan dari usaha perancangan basis data. Ini adalah yang paling penting yaitu waktu banyak dipesan untuk merencanakan keseluruhan proses perancangan. Perancangan yang sebenarnya dari sistem basis data, yang diacu disini sebagai proses pengembangan sistem, melibatkan beberapa langkah-langkah. Langkah-langkah yang dilibatkan akan beragam tergantung pada metodologi yang digunakan.
Ada beberapa metodologi yang digunakan yaitu:
􀂃 Metode perancangan tradisional
􀂃 Metode Barker
􀂃 Metode perancangan adapted (merubah)
Kebanyakan sumber metodologi berasal dari Metode Tradisional. Metode Barker untuk perancangan basis data yang luas pada langkah-langkah yang melibatkan metode
tradisional. Ada dua metodologi dasar yang akan digunakan sebagai dasar untuk proses
perancangan. Tetapi pada kenyataannya, pada beberapa situasi mungkin memerlukan
sebuah metode yang terpilih yang dimodifikasi untuk menemukan kebutuhan bisnis yang tepat.
Kebanyakan metodologi yang digunakan, pada umumnya dalam pengembangan sistem
berisi prinsip-prinsip dasar yang berikut:
􀂃 Menentukan kebutuhan untuk sistem
􀂃 Menjelaskan tujuan untuk sistem
􀂃 Mengumpulkan kebutuhan bisnis.
􀂃 Mengubah kebutuhan bisnis ke kebutuhan sistem
􀂃 Merancang antarmuka aplikasi dan basis data
􀂃 Membangun, menguji, dan menerapkan aplikasi dan basis data
Anda akan menemukan bahwa semua prinsip dasar ini dipertimbangkan dengan
mengabaikan pemilihan metodologi perancangan.

Metode Perancangan Tradisional
Kebanyakan metodologi yang sekarang ini yang digunakan adalah metode tradisional. Ada tiga tahapan utama yang terlibat pada metode tradisional, yaitu:
1. analisa kebutuhan
2. pemodelan data dan
3. normalisasi
Metode perancangan tradisional
Selama tahap analisa kebutuhan, riset dilakukan untuk menangkap semua kebutuhan bisnis ketika dihubungkan dengan sistem basis data yang diusulkan. Wawancara dilakukan oleh tim pengembangan untuk mengumpulkan informasi yang akan digunakan untuk merancang sistem basis data.

Tahapan-Tahapan Wawancara
Tahap pemodelan data melibatkan ciptaan model data logis yang akan digunakan untuk
menggambarkan struktur basis data fisik, atau proses normalisasi yang digunakan untuk
menghapuskan (atau mengurangi sebanyak mungkin) data yang redundan.

Tahap Analisa Kebutuhan
Dengan mengabaikan metodologi perancangan yang digunakan, pengumpulan kebutuhan (requirement-gathering) selalu (dan sungguh-sungguh) yang pertama mengambil ke arah perancangan suatu sistem informasi. Tidak ada cara untuk dengan cerdas memulai suatu usaha perancangan tanpa pengetahuan bisnis yang cukup. Kebutuhan bisnis adalah data, proses, dan aturan yang meliputi suatu bisnis. Jenis pengguna yang berbeda dan peran utama selama tahap kebutuhan dari metoda perancangan tradisional. Ada dua jenis dasar pengguna yaitu pengguna aplikasi dan pengguna sistem.
Pengguna aplikasi terdiri dari pengguna akhir dan pelanggan. Ini adalah pengguna yang menerapkan antarmuka aplikasi ke akses basis data yang dirancang. Pengguna sistem terdiri dari pengembang, administrator basis data, programmer, dan anggota tim perancang sistem atau departemen teknologi informasi lainnya. Masing-masing pengguna tersebut di atas memainkan sebuah peran penting selama tahap kebutuhan. Sebagai contoh, pelanggan
mungkin diwawancarai untuk mengumpulkan kebutuhan yang pelanggan punyai untuk
sistem basis data yang diusulkan.


Pengguna akhir akan diwawancarai untuk mengidentifikasi kebutuhan yang dia punyai
selama mengakses basis data back-end yang akan dikembangkan. Biasanya pelanggan dan pengguna akhir adalah perorangan atau kelompok individu yang sama. Pengguna sistem, yang terdiri atas sebagian besar tim perancang basis data, menggunakan tools perangkat lunak dan basis data untuk merancang dan memelihara sistem informasi. Administrator basis data mungkin diperlukan untuk menetapkan lingkungan pengembangan untuk tim perancangan. Sebagai contoh, lingkungan pengembangan mungkin terdiri dari basis data back-end yang digunakan untuk host tempat penyimpanan (repository) yang menyimpan informasi perancangan yang digunakan dengan suatu automated design tool. Setelah semua sesuai dengan yang diwawancarai, maka tim pengembangan adalah bertanggung jawab untuk mempertimbangkan semua isu dan kebutuhan yang dikemukakan oleh pelanggan, pengguna akhir, dan mungkin manajemen untuk memulai melakukan perumusan model dasar dari proses aktual yang melibatkan operasi sehari-hari bisnis. Wawancara akan membantu tim pengembangan dalam menentukan kategori data, proses bisnis, aturan, dan informasi penting lainnya untuk memulai memodelkan sistem. Agar untuk meyakinkan bahwa tahap requirement berjalan dengan mulus, dan semua kebutuhan bisnis dan komunitas pengguna akhir terkumpul secara lengkap, maka tahap analisa akan ditentukan supaya untuk pedoman tim development. Pengembang adalah pengguna utama dari perencanaan analisa. Perencanaan analisa termasuk kejadian yang penting untuk keseluruhan tim pengembangan, tentu saja pada tahap requirement. Perencanaan analisa pada dasarnya adalah garis besar dari peristiwa yang akan terjadi selama tahap requirement dari proses design. Salah satu dari beberapa produk yang penting dari tahap requirement adalah entity relationship diagram (ERD) yang menggambarkan model bisnis. Diagram ini juga menunjuk sebagai suatu Analysis ERD. Titik inisial ERD ini adalah untuk menyediakan tim pengembang dengan gambar kategori data yang berbeda untuk bisnis, dan juga bagaimana kategori data ini dihubungkan ke yang lainnya. Analysis ERD mungkin juga digunakan selama sesi umpan balik untuk menampilkan pengguna, pelanggan atau kerja manajemen yang telah benar-benar dilakukan sejauh ini. ERD dapat juga digunakan ketika mengumpulkan keterangan dokumentasi dari apa yang terjadi selama tahap requirement. Ingat bahwa ERD ini harus sederhana dan dipusatkan pada bisnis, bukan sistem yang nyata. Kemudian, analysis ERD akan digunakan selama perancangan detail dari sistem basis data. Produk lain dari tahap requirement adalah model proses. Model proses ini digunakan untuk menggambarkan semua proses parent dan child yang dikerjakan untuk individu di dalam perusahaan. Model proses ini memberikan tim development suatu ide bagaimana memindahkan data di dalam perusahaan, model proses dapat digunakan untuk menentukan bagaimana antarmuka aplikasi basis data dirancang. Analysis ERD maupun Model Proses adalah termasuk di dalam dokumen requirement, yang mana garis besar semua kebutuhan untuk sistem dari perspektif bisnis. Isu lain seperti kinerja dari sistem mungkin menjadi pertimbangan untuk tahap requirement.
Tahapan Normalisasi
Setelah model bisnis dikonversi ke dalam model data logik dan perancangan inisial dari
basis data fisik telah terjadi (model data fisik), ini mungkin penting untuk normalisasi isi dari basis data.
Normalisasi sangat penting, untuk mengurangi jumlah data redundan di dalam tabel.
Tergantung pada tingkat normalisasi, data redundan bisa jadi dihapus sepenuhnya. Selama proses normalisasi, tabel-tabel yang besar dengan beberapa kolom dibagi/ atau dipecah ke dalam tabel-tabel yang lebih kecil dengan sejumlah kolom-kolom yang lebih kecil. Manfaat utama dari normalisasi adalah memajukan keseluruhan konsistensi data antar tabel dan akurasi data melalui reduksi informasi redundan yang tersimpan.
Pada dasarnya data hanya perlu untuk dimodifikasi pada satu tempat jika suatu kejadian
data hanya disimpan satu waktu. Perlu untuk diingat bahwa tingkat normalisasi basis data akan berubah-rubah untuk masing-masing perusahaan pada setiap situasi. Tingkat
normalisasi juga tergantung pada kegiatan transaksional tingkat tinggi.
Metode Barker
Metode Barker untuk perancangan basis data relasional menggunakan prinsip-prinsip yang sama seperti metode relasional.


Ada 7 tahapan pada metode Barker yaitu:
1. Strategi
2. Analisa
3. Perancangan
4. Pembangunan/ Pembuatan
5. Dokumentasi
6. Transisi
7. Produksi
Strategi biasanya meliputi usaha perencanaan dalam perancangan. Pada tahap analisa, tim pengembangan mewawancari pegawai untuk mengumpulkan semua kebutuhan bisnis, yang akan digunakan sebagai model untuk sistem. Selama tahapan perancangan, model fisik dirancang berdasarkan pada model logikal yang telah dirancang pada tahapan analisa.
Tahapan Strategi
Selama tahapan strategi kebutuhan sistem tidak mempertimbangkan apapun. Pada tahapan ini, strategi dokumen dapat dikembangkan untuk pedoman bagi tim pengambangan untuk tahapan berikutnya, yaitu tahapan analisa.
Selama tahapan strategi, ada dua jenis diagram yang berbeda yang dapat dihasilkan, yaitu:
strategi ERD dan Diagram aliran proses. Strategi ERD digunakan untuk memperinci
kategori informasi dasar bisnis yang disimpan ke dalam entitas. Strategi ERD hanya
menunjukkan entitas bisnis dan relasi ke yang lainnya. Diagram aliran proses
menunjukkan parent dasar dan proses child yang dilakukan oleh perorangan di dalam
perusahaan.
Yang terakhir adalah selama tahapan analisa, banyak rincian dapat ditambahkan pada
diagram ini. Diagram ini akan menjadi sederhana, selama tahapan strategi, agar
meyakinkan bahwa semua keperluan bisnis adalah sama sekali tertangkap oleh model
bisnis.


Tahapan Analisa
Selama tahapan analisa dari metode Barker, tim pengembangan berusaha untuk
mengumpulkan semua kebutuhan bisnis yang akan digunakan pada perancangan sistem
yang berhubungan dengan ini, maka difokuskan pada keperluan pengguna akhir dan
kebutuhan bisnis, bukan pada sistem itu sendiri. Sekarang, ini adalah sangat penting untuk meyakinkan bahwa semua rincian telah terkumpul. Seperti atribut pada entitas, semua langkah-langkah proses, relasi antar entitas, dan aliran data antar proses dan entitas, suatu entitas dapat diakses oleh proses adalah juga menunjuk untuk sebagai penyimpan data.
􀂃 analisa ERD
􀂃 diagram hirarki fungsi
􀂃 diagram aliran data
􀂃 kebutuhan dokumen
Analisa ERD menjadi garis besar untuk semua rincian entitas. Terutama pada semua atribut dari entitas (yang pada akhirnya menjadi kolom pada tabel) akan ditentukan. Kunci tama (primary key) juga ditentukan untuk entitas. Tipe data dapat diatur serta batasannya. Ingat banyak pekerjaan yang dilakukan selama tahapan analisa, pekerjaan yang kurang (yang belum terselesaikan) akan dikerjakan selama tahapan perancangan (design). Ketika analisa diperkirakan telah lengkap, maka tahapan terakhir evaluasi perlu dilakukan. Selama evaluasi analisa, ini adalah penting untuk memverifikasi bahwa telah sampai pada tahap analisa.
Pertanyaan yang sering muncul selama evaluasi analisa meliputi yang berikut ini:
􀂃 Apakah kebutuhan bisnis telah lengkap?
􀂃 Apakah semua aturan-aturan telah ditentukan?
􀂃 Apakah ERDnya telah lengkap?
􀂃 Apakah semua proses bisnis telah ditentukan?




Tahapan Perancangan
Tujuan dari tahapan perancangan pada metode Barker adalah perancangan skema secara
fisik yang akan dibangun berdasarkan pada model bisnis yang ditetapkan selama tahapan strategi dan analisa. Pekerjaan yang berlangsung selama tahap disain disebut model fisik.


Tahapan Pembuatan
Setelah tahapan perancangan telah komplit, selanjutnya adalah waktu pembuatan basis data. Pembuatan basis data termasuk pembuatan basis data aktual, yang telah dirancang di dalam lingkungan basis data fisik. Selama tahapan pembuatan, aspek implementasi basis data yang berikut akan benar-benar mempertimbangkan:
􀂃 ukuran tabel
􀂃 ukuran indeks
􀂃 keperluan komponen perangkat keras yang tersedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar